“Untuk jenis kapal lainnya akan menyesuaikan dengan perkembangan prakiraan cuaca maritim BMKG,” terangnya.
KSOP menegaskan bahwa pembukaan pelayaran wisata tetap mengedepankan faktor keselamatan pelayaran.
Seluruh nakhoda kapal diwajibkan memastikan kelaiklautan armada sebelum berangkat, termasuk kesiapan alat keselamatan serta kemampuan navigasi dalam menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem.
Stephanus juga mengimbau para nakhoda untuk meningkatkan kewaspadaan selama pelayaran.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antar kapal apabila ditemukan potensi bahaya di laut. Selain itu, koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan lembaga penyelamatan harus segera dilakukan jika situasi cuaca memburuk.
“Berkoordinasi dengan Syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk,” tambahnya.**





Tinggalkan Balasan