“Cerita inikan memang bentuknya parodi dan dibawah dengan konsep sedikit melucu, tapi sesungguhnya makna dan maksud tujuan yang dibawah itu, bagaimana masyarakat dan orang tua kita dulu memerangi penjajah, itu intinya,” ujar Yusuf.

Menurut dia, skenario yang dibawakan oleh murid-muridnya itu untuk mengingatkan kita semua bahwa perjuangan merebut kemerdekaan itu begitu sangat luar biasa yang dilakukan oleh masyarakat dan para pejuang terdahulu.

“Untuk persiapkan penampilan, kami melatih anak-anak kurang lebih dua Minggu lebih sejak tanggal 1 Agustus kemarin. Parodi yang kami tampilkan ini juga bagian dari kontribusi kami memeriahkan kegiatan peringatan perayaan HUT RI tahun ini,” terang kepala sekolah itu.

Yusuf katakan, skenario teater parodi ini menceritakan tentang utusan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melatih masyarakat dan hansip di kampung-kampung cara melawan dan menghadapi para penjajah untuk merebut kemerdekaan.

TKR, sambungnya, nama pasukan kita terdahulu sebelum kemerdekaan Indonesia yang saat ini kita kenal dengan sebutan Tentara Nasional Indonesia (TNI).