Kegiatan ziarah tersebut diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan dedikasi almarhum dalam dunia jurnalistik di Manggarai Barat.

Sardi menilai kegiatan sosial dan ziarah yang dilakukan PWMB mencerminkan nilai solidaritas dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan insan pers di daerah.

Ia berharap, peringatan HPN ke depan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Manggarai Barat.

“Semangat HPN harus menjadi pengingat bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi, memperkuat ekonomi masyarakat, dan membangun bangsa yang lebih kuat,” pungkasnya.

Momentum HPN ke-80 diharapkan mampu memperkuat peran pers dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus menjaga kualitas informasi yang berimbang, akurat, dan dapat dipercaya masyarakat.**