“Anak saya ini baru masuk SD, jadi saya sangat deg-degan. Tadi dia sempat takut masuk kelas. Tapi saya peluk dan bisikkan bahwa sekolah itu tempat untuk belajar dan bermain, nanti banyak teman baru,” ujar Aminah sambil tersenyum haru.

Ibu itu menceritakan kepada awak media bahwa dirinya sudah mempersiapkan segala keperluan sekolah anaknya sejak dua minggu terakhir.

“Saya tahu hari pertama itu penting. Anak butuh dukungan dan kehadiran kita sebagai orang tua. Saya ingin dia tahu bahwa kami selalu ada untuknya,” tambahnya.

Di berbagai SD dan MI lainnya, suasana serupa juga terjadi. Beberapa guru menyapa dan menyambut para siswa baru dengan senyuman hangat.

Hari pertama masuk SD/MI bukan hanya tentang rutinitas baru, tetapi juga tentang harapan, pengorbanan, dan cinta.

Semangat para orang tua, seperti Siti Aminah dan lainnya, menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan tugas sekolah semata, melainkan kolaborasi hangat antara rumah dan ruang kelas.

Dengan wajah ceria dan tas kecil di punggung, anak-anak itu kini menapaki perjalanan panjang menuju masa depan.