“Para penyelam terbagi pada 3 titik penyelaman, yakni SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 di Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan Selatan Pulau Serai,” ungkap Fathur.

Selain penyelaman manual, Tim SAR Gabungan juga mengoptimalkan teknologi pencarian bawah laut. Alat seabob dan sonar milik Ditpolair Polda NTT dikerahkan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk mendeteksi bangkai KM Putri Sakinah yang diduga berada di dasar laut.

“Alat seabob dan sonar dikerahkan untuk mendapatkan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang diduga tenggelam di dasar laut lokasi kejadian,” kata Fathur.

Tak hanya itu, 12 unit kapal dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan penyisiran permukaan laut, dengan fokus di wilayah utara Pulau Padar dan pulau-pulau terdekat, serta diperkuat dengan pengerahan drone thermal.

“12 unit kapal yang dikerahkan hari ini melakukan penyisiran dan juga didukung drone thermal,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR hari kelima (H.5) masih terus berlangsung. Seluruh unsur Tim SAR Gabungan masih berjibaku di lapangan, berpacu dengan waktu dan kondisi alam.