Selain lari, tersedia juga fun walk untuk masyarakat yang ingin ikut serta tanpa harus berlari.
Animo masyarakat terhadap ajang ini sangat tinggi. Hingga penutupan pendaftaran pada 10 September 2025 lalu, panitia mencatat lebih dari 800 peserta telah terdaftar, jauh melampaui target awal 500 peserta.
“Karena tingginya minat, kami memutuskan membuka kembali pendaftaran hari ini agar semakin banyak masyarakat dapat berpartisipasi,” tambah Wahyuaji.
Tak hanya olahraga, Golo Mori Sunset juga menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Manggarai Barat. Peserta dan pengunjung akan dihibur dengan tarian tradisional “The Legend of Golo Mori Hills”, pertunjukan musik, serta aneka kuliner khas yang disiapkan oleh UMKM lokal.
“Kegiatan ini mendukung gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan budaya dan keindahan Golo Mori. Sunset yang berpadu dengan panorama bukit dan pantai di kawasan ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan,” tegas Wahyuaji.
Dengan konsep sport tourism yang menyatukan olahraga, budaya, dan pariwisata, Golo Mori Sunset 2025 diprediksi akan menjadi magnet baru bagi wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan di Indonesia Timur. **

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan