Menurutnya, tren wisata saat ini tidak hanya menitikberatkan pada destinasi, tetapi juga pengalaman emosional yang dirasakan pengunjung.
Ia menilai, program tematik yang dihadirkan membuktikan bahwa destinasi ITDC tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga penguatan aktivasi kawasan dan lifestyle experience yang relevan dengan kebutuhan wisatawan modern.
“Kami ingin setiap kunjungan memiliki alasan, cerita, dan pengalaman yang membuat wisatawan datang dan kembali,” ujar Febrina.
Lebih lanjut, Febrina menilai kolaborasi tenant dalam menghadirkan perayaan tematik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem destinasi berkelanjutan. Sinergi tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tarik kawasan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Kolaborasi tenant dalam menghadirkan perayaan Imlek dan Valentine ini menunjukkan bagaimana ekosistem destinasi dapat bergerak bersama untuk meningkatkan daya tarik kawasan.” kata Febrina.
Menurutnya, aktivasi yang dikurasi secara terarah diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang durasi tinggal (length of stay), serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha pariwisata di Manggarai Barat.





Tinggalkan Balasan