Ia menegaskan, dalam kondisi sebenarnya tidak terdapat kacang, gelas kopi, maupun botol minuman keras sebagaimana terlihat dalam foto hasil rekayasa tersebut.

Usai diedit, foto itu kemudian dipasang Nedy sebagai status WhatsApp dengan caption “Rehat”. Tanpa diduga, status tersebut diambil tangkapan layar oleh sejumlah pihak, lalu disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial hingga menjadi bahan pemberitaan beberapa situs media.

Nedy juga mengakui sempat mengirim satu frame foto hasil rekayasa AI lainnya ke WhatsApp Group Setwan. Dalam foto tersebut, terlihat seorang rekannya sedang menikmati minuman ditemani dua perempuan.

“Itu rekayasa AI. Saya iseng buat itu, sebab dia suami BPJS (Bapa Pulang Jum’at Sore). Aslinya tidak ada cewek di situ. Tidak ada Kopi Espreso. Apa lagi Miras. Tidak ada, Pak. Itu semua rekayasa AI,” akunya.

Atas kejadian tersebut, Nedy menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya pimpinan dan institusi tempatnya bekerja, karena candaan yang dibuatnya memicu kegaduhan publik.