“Peran strategis ibu-ibu ini pertama sebagai pendamping suami. Orang bilang, suksesnya seorang suami itu karena ada wanita hebat yang mendampingi.” ujarnya.
Weng juga mengingatkan pentingnya dukungan istri terhadap tugas-tugas suami, pengelolaan keuangan keluarga yang bijak, penguatan UMKM perempuan, pendidikan karakter anak, serta sinergi DWP dengan pemerintah daerah.
Pada puncak perayaan, DWP menghadirkan sesi Refleksi Pendidikan, dibawakan oleh Sr. Frederika Tanggu Hana, SSpS, Ketua Yayasan Rumah Singgah St. Theresia Mesner Perlindungan Perempuan dan Anak.
Materinya menyoroti tekanan sosial di era digital, krisis identitas remaja, tantangan globalisasi, serta kebutuhan penguatan peran keluarga dalam perlindungan anak.
Selain itu, narasumber dari lembaga perlindungan perempuan dan anak juga membawakan materi mengenai dinamika perkembangan remaja di tengah gempuran budaya global.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, dan bazar produk UMKM binaan DWP yang melibatkan tujuh unit pelaksana serta partisipasi khusus dari SLB Negeri Komodo.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan