“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi dan ketangguhan perempuan.” tambahnya.
Fatinci kemudian mengurai konsep ASI, ASUH, ASAH sebagai fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan dalam keluarga.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari proses yang instan. Ia dibangun oleh kesabaran hari ini, kerja keras hari ini, dan ketulusan hari ini. Peran kita sebagai istri, ibu dan anggota organisasi bukanlah peran yang kecil, justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempah.” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DWP harus menjadi organisasi yang bukan hanya aktif berkegiatan, tetapi hidup dalam nilai, hangat dalam kebersamaan, dan strategis dalam perannya sebagai mitra pemerintah.
“Biarlah organisasi ini menjadi ruang tumbuh perempuan Indonesia yang bersinar, cerdas dan berpikir tangguh dalam menghadapi tantangan dan lembut dalam kasih sayang.” katanya.
Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Yulianus Weng, hadir memberi apresiasi atas kontribusi DWP terhadap keharmonisan keluarga ASN yang disebutnya sebagai fondasi produktivitas aparatur.






Tinggalkan Balasan