Ia juga menyoroti persoalan penerangan listrik.
“Soal penerangan di Kampung Kerora dan Kampung Wae Rebo merindukan hadirnya PLN untuk penerangan. Sejak nenek moyang tinggal kami di sini hingga Manggarai Barat maju dan dijadikan sebagai daerah pariwisata super premium belum juga ada listrik,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Hasanudin menjelaskan mekanisme kewenangan.
“Bicara listrik ada kewenangan, PLN dari pusat. Peran dari pemerintah daerah untuk mendatakan desa yang belum teraliri listrik,” jelasnya.
Terkait pembangunan masjid, Hasanudin menyarankan langkah administratif.
“Menyangkut masjid, saya sarankan begini, buatkan proposal ajukan ke pemerintah. Tapi untuk tahun 2026 anggaran sudah tutup pembahasan. Kecuali untuk anggaran tahun 2027 nanti karena pembahasan anggaran tahun 2026,” paparnya.
Aspirasi lain datang dari Nurhafiza, yang menyoroti layanan kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa di Kampung Kerora sudah terdapat Polindes, namun bidan tidak menetap dan hanya datang saat kegiatan posyandu.






Tinggalkan Balasan