“30 anggota DPRD Manggarai Barat bulan ini kembali melakukan reses, bisa dibilang pulang kampung untuk mendengarkan secara langsung masukan dan keluh kesah, dan apa yang menjadi kebutuhan mendesak dari bapak ibu.” ujar Hasanudin.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan kebutuhan paling prioritas.

“Kita inikan jarang ketemu karena kesibukan kita masing-masing. Jadikan momen ini agar bapak ibu bisa menyampaikan keluh kesah dan keinginan yang paling prioritas agar bisa diperjuangkan di pemerintah,” tambahnya.

Menurut Hasanudin, pemilihan Kampung Kerora sebagai lokasi reses bukan tanpa alasan.

“Kenapa memilih Kampung Kerora karena saya tahu persis bahwa kampung Kerora ini masih banyak kebutuhan masyarakat setempat yang diabaikan oleh pemerintah terutama BTNK milik pemerintah pusat.” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasanudin menegaskan, pemerintah masih sangat minim berpikir kepentingan masyarakat Kerora terutama soal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Kerora inikan salah satu kampung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Tapi sangat minim kepedulian pemerintah terhadap bapak ibu di sini,” ungkapnya.