“Kami ingin agar masyarakat desa bukan saja menjadi penonton melainkan sebagai pelaku usaha,” tegasnya.
Stendly juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Dinas Pariwisata, yang telah menetapkan Desa Batu Tiri sebagai desa wisata, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.
“Terima kasih yang berlimpah kepada teman-teman Pokdarwis, BUMDes, SMKN 1 Lembor Selatan, dan semua pihak yang telah mencurahkan waktu serta tenaga,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan pelatihan bagi masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara optimal.
“Kami sangat mengharapkan dampingan dan pelatihan-pelatihan dari dinas agar sumber daya masyarakat, terlebih pelaku usaha, semakin meningkat,” ujarnya.
Ketua Pokdarwis Desa Watu Tiri, Silvester Tita, menyampaikan rasa syukur atas ditetapkannya Desa Batu Tiri sebagai desa program Fasmadewi tahun 2025.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingganya kepada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat yang telah menetapkan Desa Batu Tiri sebagai salah satu desa program pos mandiri di tahun 2025,” ungkapnya.





Tinggalkan Balasan