Ia menegaskan perlunya menghapus praktik data tumpang tindih, beda angka, atau perdebatan teknis berlarut-larut yang selama ini menghambat konsistensi data.

“Data harus terintegrasi dari desa hingga kabupaten. Kita harus bekerja dengan satu angka yang sama,” ujarnya.

Lebih dari 60 persen data pada publikasi Manggarai Barat Dalam Angka berasal dari data sektoral OPD. Karena itu, OPD disebut sebagai pilar utama dalam keberhasilan pembangunan data dan validasi statistik di daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Endi juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi positif.

Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya tantangan serius seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang belum optimal, angka kemiskinan yang menurun tetapi belum signifikan, ketimpangan struktur ekonomi yang masih didominasi sektor jasa, serta sektor pertanian sebagai tulang punggung masyarakat yang belum bertumbuh cukup kuat.

“Ini tantangan kita. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki, tetapi kita harus mengubah mindset. Data yang akurat dan terverifikasi adalah kunci,” katanya.