“Tugas kita bagaimana menyusunkan, mensukseskan, menyelaraskan apa yang menjadi program strategis dari pemerintah pusat, begitu juga halnya apa yang menjadi program strategis dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penggunaan data yang akurat dalam setiap kebijakan pembangunan.

Ia berharap pendataan lahan tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi menjadi dasar pelaksanaan program di lapangan.

Instruksi tersebut langsung mendapat respons dari para camat yang hadir dalam forum. Sejumlah camat terlihat mencatat arahan tersebut sebagai langkah awal percepatan implementasi program.

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027 sendiri menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah.

Kegiatan ini juga ditandai dengan peluncuran Aplikasi Lumbung MBG, Natas Harga, serta pencanangan Desa Cantik Mabar 2026 sebagai bagian dari penguatan tata kelola pembangunan berbasis data.

Bupati optimistis sinergi antarprogram dan kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Manggarai Barat.