Pemerintah pusat, kata Endi, menargetkan Indonesia masuk tiga besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045. Karena itu, koperasi harus menjadi motor penggerak utama.
Bupati Endi secara terbuka menyoroti maraknya praktik rentenir yang masih menjerat masyarakat.
“Rentenir bergeliat di mana-mana menggerogoti ekonomi dan sosial rakyat. Rakyat tidak konsen bekerja karena membuka mata saja debt collector sudah di depan pintu,” tegasnya.
Ia meminta para pengurus koperasi untuk mengelola modal awal dengan bijak, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada produktivitas.
Fokus konsumtif, kata Endi, adalah jebakan yang harus dihindari.
“Cara berpikir kita tidak boleh konsumtif. Pengelola harus produktif agar menghasilkan laba dan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 338 peserta dari 169 desa/kelurahan. Setiap desa/kelurahan mengutus dua orang, yaitu ketua koperasi dan salah satu pengurus.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan