Sementara itu, jumlah wisatawan yang berada di dalam kapal hingga kini belum dapat dipastikan.
“Kurang tahu, saya belum bisa jelaskan berapa jumlah tamunya ada beberapa orang. Tapi intinya kapal itu ada dengan tamu. Lebih detail bisa komunikasi dengan syahbandar biar bisa lebih jelas,” tambah Roni.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan proses evakuasi di tengah laut dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Sabar saya masih evakuasi ditengah laut, gelombang tinggi,” ujar Stephanus singkat.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung, dan pihak berwenang belum merilis keterangan resmi terkait kondisi korban maupun penyebab pasti tenggelamnya kapal.
Sebelum kejadian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku wisata bahari di perairan Labuan Bajo dan Manggarai Barat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan