Keberagaman, menurut dia, dapat menjadi kekuatan produktif, namun juga berpotensi memicu gesekan apabila tidak dikelola dengan bijak.

Ia meminta jurnalis mengedepankan prinsip keberimbangan dan konfirmasi kepada semua pihak (cover both sides), terutama dalam isu sensitif seperti konflik pertanahan.

Benny juga mengingatkan adanya potensi intervensi terhadap media oleh kepentingan tertentu. Ia menegaskan agar wartawan tidak bersekutu dengan mafia atau cukong yang memiliki agenda tersembunyi.

“Pers harus tetap independen. Kritik penguasa itu perlu, tetapi jangan menyerang pribadi. Fokus pada kebijakan dan kepentingan publik,” ujarnya.

Sebagai daerah yang terus berkembang menjadi destinasi super prioritas, Labuan Bajo membutuhkan ruang publik yang sehat, transparan, dan akuntabel.

Benny berharap jurnalis tetap profesional, independen, dan berlandaskan konstitusi dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, masa depan demokrasi dan kualitas tata kelola pemerintahan sangat bergantung pada keberanian pers dalam menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab.**