LABUANBAJOVOICE.COM – Kemunculan hewan komodo di kawasan ekonomi khusus (KEK) Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dinilai berpotensi menjadi alternatif destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat komodo tanpa harus menyeberang ke Pulau Komodo maupun Pulau Rinca.

General Manager The Golo Mori-ITDC, Wahyuaji Munarwiyanto, menyebut peluang tersebut terbuka, namun harus diimbangi dengan sistem mitigasi yang matang untuk mencegah interaksi negatif antara manusia dan satwa dilindungi tersebut.

“Menurut saya sebenarnya iya, hanya memang kita perlu siapkan mitigasi-mitigasi supaya jangan ada interaksi negatif antara manusia dengan komodo. Hal ini juga yang menjadi perhatian BKSDA,” ujar Aji, sapaan akrab Wahyuaji, Sabtu (7/2/2026).

Aji menjelaskan, secara historis Pulau Flores memang termasuk wilayah sebaran alami komodo, meskipun populasi utama satwa purba tersebut berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang meliputi Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Ia menyebut keberadaan komodo di daratan Flores telah lama dipantau oleh otoritas konservasi melalui monitoring rutin.