LABUANBAJOVOICE.COM – Tragedi kemanusiaan terjadi di Perairan Pantai Mbuli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang ayah bernama Fransiskus Manda (40) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus kuat saat berupaya menyelamatkan anaknya yang hampir tenggelam saat berenang.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, bertepatan dengan libur Tahun Baru.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, kepada media pada Jumat (2/1/2026) menjelaskan bahwa laporan awal kejadian diterima oleh petugas piket Pusat Komunikasi Kantor SAR Maumere dari Kepala Desa Kerang Wolowaru.
Menurut Fathur, peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 Wita, ketika korban bersama anaknya pergi berenang di Pantai Mbuli untuk menikmati libur Tahun Baru.
Keduanya diketahui merupakan warga setempat, Desa Kerang Wolowaru, Kabupaten Ende.
Namun, sekitar pukul 16.00 Wita, anak korban mengalami kesulitan saat berenang dan sempat tenggelam. Melihat kondisi tersebut, Fransiskus Manda dengan sigap berusaha menolong anaknya.
“Namun naas pada hari itu gelombang Pantai Mbuli sedang tinggi dan korban kehabisan nafas untuk menuju ketepian sementara anak korban telah selamat dan sampai ke tepian,” ujar Fathur.
Dalam upaya heroiknya tersebut, korban diduga kelelahan akibat arus laut yang kuat serta gelombang tinggi, sehingga tidak mampu kembali ke tepi pantai. Sementara itu, anak korban berhasil selamat.
Informasi resmi kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere pada pukul 18.55 Wita, Kamis malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Maumere segera dikerahkan menuju lokasi kejadian.
Tim SAR membawa rubber boat serta peralatan selam guna melakukan pencarian korban di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Fathur menjelaskan, pada Jumat pagi (2/1/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan operasi pencarian secara intensif.
Selain personel SAR, pencarian juga melibatkan aparat pemerintah setempat serta para nelayan.
“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Pukul 07.40 Wita pagi ini, setelah melaksanakan penyelaman di lokasi kejadian selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka,” jelas Fathur.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR tersebut antara lain aparat Desa Mbuli Waralau: 3 orang, Camat Kecamatan Wolowaru: 1 orang, Babinsa Wolowaru: 2 orang, Polsek Wolowaru: 3 orang, serta nelayan dan masyarakat setempat: 60 orang.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya berenang di laut saat kondisi gelombang tinggi, khususnya di wilayah pesisir selatan NTT yang dikenal memiliki arus kuat.
Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan saat beraktivitas di pantai, terutama bersama anak-anak.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan