LABUANBAJOVOICE.COM – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Manggarai Barat secara resmi mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) untuk meminta pemberhentian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto menyusul tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Jumat malam (26/12/2025) sekitar pukul 20.30 Wita.
Langkah tegas ini diambil Kadin Manggarai Barat sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo yang kini menjadi destinasi super prioritas nasional, namun dinilai masih lemah dalam pengawasan dan penegakan regulasi.
Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman, menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar pergantian pimpinan, tetapi menyasar evaluasi menyeluruh terhadap struktur KSOP Labuan Bajo.
“Kadin Manggarai Barat mengambil tindakan kami membuat surat kepada menteri perhubungan RI agar secepatnya menggantikan Kepala KSOP bukan hanya kepalanya, kepala seksi dan juga orang-orang yang terlibat. Jikalau bisa di restruktur kembali ulang, sehingga di tahun 2026 tidak ada masalah lagi. Jangan ada problem,” tegas Charles, Selasa (30/12/2025).
Charles menyampaikan bahwa tragedi KM Putri Sakinah telah mencederai rasa aman wisatawan serta berdampak serius terhadap citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia internasional.
Insiden ini melibatkan satu keluarga Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, di mana hingga kini masih terdapat korban yang belum ditemukan.
Lebih lanjut, Charles katakan, Kadin Manggarai Barat merasa prihatin dengan kondisi pariwisata di Labuan Bajo, dan adanya WNA Spanyol hilang bersama dua anak laki-lakinya hingga sekarang ini akibat kapal wisata yang mereka naiki berwisata di Kawasan TNK dihantam ombak hingga kapal tenggelam.
Ia menegaskan bahwa korban merupakan wisatawan yang datang dengan tujuan menikmati keindahan alam Labuan Bajo, namun justru mengalami tragedi memilukan.
“Adanya wisatawan asing yaitu juga pelatih dari Valencia B sekeluarga yang rencananya mau menikmati keindahan dan libur di labuan bajo dengan menikmati kapal akhirnya mendapatkan musibah dan kecelakaan sehingga meninggal,” ujarnya.
Menatap tahun 2026, Kadin Manggarai Barat mendesak Kemenhub RI agar melakukan langkah strategis dengan menunjuk pejabat KSOP yang memahami kondisi lokal.
“Jikalau bisa ada orang memang asli NTT yang menjabat dan mengerti keadaan kondisi kita di sini,” ujarnya.
Selain itu, Kadin juga meminta agar dilakukan penindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga melakukan pembiaran, terutama terkait kelaiakan kapal wisata dan pengawasan pelayaran.
Selain itu, kata dia, juga melakukan dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan pembiaran seperti ini semua.
Tak hanya Kemenhub, Kadin Manggarai Barat juga meminta perhatian serius dari Komisi V DPR RI serta Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI.
“Kadin Manggarai Barat juga meminta Komisi V DPR RI untuk segera mengambil tindakan. DPR juga minta menteri segera ambil tindakan dan juga ketua KPPU, komisi persaingan usaha tidak sehat,” ujarnya.
Permintaan ini menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak hanya dipandang sebagai kecelakaan semata, tetapi juga berkaitan dengan sistem pengawasan, tata kelola pelayaran wisata, serta potensi praktik pembiaran yang berulang.
KM Putri Sakinah dilaporkan terbalik hingga tenggelam akibat dihantam ombak tinggi pada Jumat malam (26/12/2025) pukul 20.30 Wita.
Kapal tersebut tengah berlayar menuju Pulau Padar, setelah sebelumnya menyelesaikan rute wisata dari Pulau Kalong dan Pulau Komodo.
Dalam kapal tersebut terdapat kapten kapal, tiga Anak Buah Kapal (ABK), satu orang pemandu wisata (guide), dan satu keluarga WNA Spanyol yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat anak (dua perempuan dan dua laki-laki).
Dalam insiden tersebut korban yang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut yakni;
- Lukman, Kapten kapal (laki-laki) asal Indonesia
- Muhamad Rifai, ABK (laki-laki) asal Indonesia
- Muhamad Alif Latifa, ABK (laki-laki) asal Indonesia
- Rahimullah, ABK (laki-laki) asal Indonesia
- Valdus, Guide (laki-laki) asal Indonesia
- Ortuno Andrea, penumpang / istri dari Martin Carreras Fernando asal Spanyol
- Mar Martinez Ortuno, penumpang / anak dari Andrea–Martin.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap:
- Martin Carreras Fernando, suami dari Ortuno Andrea, yang juga merupakan Pelatih sepak bola Valencia FC Femenino B (Putri) Spanyol
- Martin Garcia Mateo, anak dari Martin–Andrea (laki-laki)
- Martines Ortuno Enriquejavier, anak dari Martin–Andrea (laki-laki).
Sementara itu, satu korban lainnya Martines Ortuno Maria Lia, anak dari Martin–Andrea (perempuan), ditemukan meninggal dunia pada pukul 06.30 Wita, Senin (29/12/2025) di pinggir utara Pulau Serei, Labuan Bajo.
Tragedi KM Putri Sakinah menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan transportasi laut di Labuan Bajo. **

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan