BMKG mencatat suhu udara di Labuan Bajo berada pada kisaran 25–32 derajat Celsius. Namun suhu ini terasa lebih tinggi karena kelembaban yang membuat hawa gerah menempel di tubuh.
Sebagai wilayah pesisir, Labuan Bajo sangat bergantung pada hujan untuk menurunkan suhu lingkungan. Namun kini efek pendinginan itu tidak muncul.
“Kalau ada hujan sebenarnya membantu mendinginkan udara. Tapi karena sekarang hujan di Labuan Bajo sedang berkurang akibat adanya Siklon FINA di selatan, efek pendinginan itu hilang,” tegas Maria.
Ia kembali menekankan bahwa siklon tersebut menarik massa udara dan uap air menuju pusat sistem, membuat pembentukan awan hujan melemah.
“Seperti sudah saya sampaikan tadi bahwa siklon tropis FINA ini menarik massa udara dan uap air ke pusat sistem, sehingga pembentukan awan hujan di Labuan Bajo melemah. Tanpa hujan, suhu cepat naik dan rasa panas, gerah makin terasa, apalagi Labuan Bajo wilayah pesisir dengan kelembaban tinggi,” ujarnya.
BMKG memprediksi bahwa kondisi panas ekstrem ini akan berlangsung hingga siklon melemah atau menjauh. Setelah itu, pola musim hujan diperkirakan kembali normal dan wilayah Labuan Bajo bisa mendapat hujan yang lebih merata.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan