LABUANBAJOVOICE.COM – Upaya pencarian terhadap empat Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, masih belum membuahkan hasil hingga pukul 17.00 WITA, Minggu (28/12/2025).
Tim SAR Gabungan kini telah memasuki hari ketiga operasi pencarian, menyusul insiden kapal wisata yang tenggelam akibat gelombang tinggi pada Jumat malam (26/12/2025) sekitar pukul 20.30 WITA, saat kapal bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.
Empat korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah satu keluarga WNA Spanyol, yakni Martin Carreras Fernando, seorang pelatih sepak bola klub Valencia FC Femenino B (Putri) Spanyol, bersama tiga anaknya Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
Di tengah pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan menemukan barang pelampung (life jacket) yang dipastikan milik KM Putri Sakinah.
“Tim SAR Gabungan yang melaksanakan penyisiran yang dimulai dari 06.30 Wita menemukan barang pelampung (life jacket) milik KM Putri Sakinah sekitar Pukul 09.30 Wita pada koordinat 8° 38.423’S – 119° 37.843’E dengan jarak 1.61 Nautical Mile dari lokasi kejadian,” ucap Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Minggu sore.
Temuan tersebut menjadi satu-satunya petunjuk signifikan yang berhasil didapatkan tim di hari ketiga, meski belum mengarah langsung pada keberadaan korban.
Lebih lanjut, Fathur menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran intensif di perairan Pulau Padar bagian utara hingga diperluas ke arah selatan, dengan cakupan area mencapai 5,25 Nautical Mile dari titik kejadian.
Selain penyisiran permukaan laut, upaya pencarian juga dilakukan melalui snorkeling oleh Tim Rescuer Pos SAR Manggarai Barat bersama P3KOM (Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo).
Kemudian, penyelaman (diving) oleh Tim Dive Master P3KOM yang dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 11.30 WITA dan pukul 14.30 WITA. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Tim SAR Gabungan yang melaksanakan penyelaman menyampaikan bahwa arus pada saat penyelaman cukup kuat sehingga dapat membahayakan tim penyelam,” kata Fathur.
Kondisi alam menjadi tantangan besar dalam operasi SAR kali ini. Selain arus laut yang kuat, wilayah perairan Pulau Padar juga sempat diguyur hujan deras, yang berdampak langsung pada penurunan jarak pandang di bawah laut.
“Di Perairan Pulau Padar sempat diguyur hujan deras yang mengurangi jarak pandang,” ungkap Fathur.
Situasi tersebut membuat proses pencarian bawah air harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi demi keselamatan personel SAR.
Meski belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian tidak dihentikan.
“Pencarian terhadap ke-4 korban WNA akan dilanjutkan besok hari pada pencarian hari ke-empat,” tegasnya.
Operasi SAR akan kembali dimulai sejak pagi hari dengan evaluasi pola arus dan perluasan sektor pencarian.
Pada pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur laut dan peralatan, antara lain:
- RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat
- Kapal Patroli Cepat Polairud Polda
- RIB 600 PK Polairud Polda
- Kapal Negara KN Gahawisri (KPLP)
- RBB 500 PK Lanal Labuan Bajo
- RIB 230 PK KSOP Labuan Bajo
- Palsar Air
- Palsar Medis
- Palsar Evakuasi.
Sebanyak puluhan personel lintas instansi terlibat langsung dalam operasi pencarian, terdiri dari:
- Pos SAR Manggarai Barat – 8 orang
- KSOP Manggarai Barat – 12 orang
- Sat Pol Air Manggarai Barat – 6 orang
- Dir Pol Airud Mabes – 5 orang
- Dir Polairud Polda NTT – 9 orang
- TNI Angkatan Laut – 7 orang
- Kru Kapal KN Gratin – 15 orang
- Dive Master – 5 orang
- Unsur KN Gahawisri – 2 orang
- Balai Taman Nasional Komodo – 2 orang
- P3KOM – 2 orang
- Sie Dokkes Polres Manggarai Barat – 1 orang
- PELNI Labuan Bajo – 4 orang
- Kodim 1830 Labuan Bajo – 2 orang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang kerap terjadi pada periode akhir tahun.
Pulau Padar merupakan salah satu destinasi unggulan wisata internasional Labuan Bajo yang memiliki karakter perairan terbuka dan arus kuat.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan