Para korban langsung dievakuasi ke RS Siloam dan Puskesmas Labuan Bajo untuk mendapat perawatan medis.

Stephanus menegaskan fokus utama KSOP malam itu adalah menyelamatkan nyawa korban.

Ia sendiri ikut mengantarkan salah satu ABK bernama Ardian ke RS Siloam. Selain Ardian, ABK lain bernama Tedi juga mengalami luka bakar, sedangkan Abi tidak mengalami luka.

“Api berhasil dipadamkan dalam waktu 15–20 menit berkat kesiapan tim tanggap darurat KSOP, kapal-kapal sekitar, dan latihan rutin yang dilakukan kru kapal. Kapal terbakar sudah diamankan dengan cara diikat di area mooring agar tidak mengganggu kapal lain,” jelas Stephanus.

Menurut KSOP, penyebab utama kebakaran adalah human error. Prosedur pengisian bahan bakar yang seharusnya dilakukan dengan kondisi mesin mati tidak dipatuhi.

“Ini murni faktor manusia. Harusnya mesin dimatikan terlebih dahulu sebelum pengisian bahan bakar dilakukan,” tegas Stephanus.

Sebelumnya, Kapten KM Tiga Jaya 01, Arif Rahman, mengungkapkan kapal tersebut baru saja kembali dari perjalanan wisata di kawasan TNK pada sore hari. Saat kejadian, dirinya tidak berada di kapal.