LABUANBAJOVOICE.COM — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo menggelar Kopdar Wartawan dan Media Partner sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem informasi publik yang kredibel di kawasan pariwisata super prioritas.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (25/11/2025) sore itu dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media lokal maupun regional.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menegaskan bahwa kolaborasi antara Imigrasi dan media bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan fondasi utama untuk memastikan arus informasi terkait isu keimigrasian tetap akurat dan bertanggung jawab.

“Media bukan sekadar penyebar informasi, tetapi mitra strategis kami. Banyak isu keimigrasian berkembang di tengah masyarakat dan perannya media sangat menentukan untuk memastikan informasi yang tersampaikan tetap akurat, proporsional, dan edukatif,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Melalui forum ini, Charles menyampaikan bahwa Imigrasi mendorong pola komunikasi yang lebih terbuka antara otoritas keimigrasian dan pers, termasuk akses data terbaru, klarifikasi isu, serta pembaruan kebijakan terkait pengawasan orang asing, layanan paspor dan pelayanan keimigrasian lainnya, transformasi digital sistem layanan serta enegakan hukum keimigrasian di wilayah Manggarai Raya dan Ngada.

Menurutnya, dinamika keimigrasian di wilayah super prioritas seperti Labuan Bajo menuntut tata kelola informasi yang cepat, terverifikasi, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Para jurnalis dari berbagai media mengemukakan pandangan kritis terkait beberapa aspek layanan dan penegakan hukum keimigrasian, termasuk pentingnya transparansi informasi, kebutuhan respons cepat terhadap aduan masyarakat, serta sinkronisasi data antara unit layanan Imigrasi dan media.

Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif, menunjukkan tingginya antusiasme praktisi pers terhadap penguatan kualitas informasi seputar keimigrasian di kawasan yang intens menerima wisatawan mancanegara.

Pada kesempatan sama, Ketua Panitia Penyelenggara, Yoni Basyir, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun ruang komunikasi publik yang lebih sistematis dan transparan.

“Melalui kegiatan ini saya harapkan terwujudnya peningkatan komunikasi strategis dalam penyebaran informasi keimigrasian agar lebih cepat dan akurat. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka serta bentuk transparansi publik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada,” tegasnya.

Forum yang berlangsung dinamis itu diproyeksikan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari upaya Imigrasi membangun ekosistem informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah pesatnya mobilitas wisatawan dan meningkatnya aktivitas ekonomi internasional, sinergi antara Imigrasi dan media dianggap kunci menjaga stabilitas keamanan, pelayanan publik, dan citra daerah.**