LABUANBAJOVOICE.COM — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo memastikan bahwa rombongan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol, satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat malam (26/12/2025), masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Christian Prantigo, saat dikonfirmasi pada Senin (29/12/2025).

“Visa wisatawan, bukan yang kerja. Dia untuk kunjungan wisata, untuk sementara itu saja informasinya. Sambil dari intelijen mengolah datanya itu, juga ini masih laporan ke pimpinan terkait ini,” ujar Christian.

Christian menjelaskan, pihak Imigrasi hingga kini masih melakukan pendalaman data keimigrasian terkait riwayat perjalanan rombongan WNA Spanyol tersebut.

Pasalnya, mereka tidak tercatat masuk Indonesia langsung melalui Labuan Bajo.

“Lebih lanjut terkait berapa lama mereka tinggal, saya tidak tahu persis, karena WNA Spanyol tersebut datang ke Indonesia tidak langsung ke Labuan Bajo. Mereka tercatat alamatnya di Ubud, Bali,” jelasnya.

Ia menambahkan, alamat yang tercantum dalam data keimigrasian masih perlu diverifikasi ulang melalui koordinasi lintas instansi, termasuk untuk memastikan waktu kedatangan awal mereka di Indonesia.

“Karena kalau saya baca, dia alamatnya di Ubud, dia kasih alamatnya. Nah, cuman itu kita harus cek lagi, koordinasi kembali dulu ini, kapan sih dia landing,” katanya.

Menurut Christian, hingga saat ini belum ada data rinci mengenai durasi tinggal rombongan WNA Spanyol tersebut di Labuan Bajo maupun masa berlaku akhir visa mereka.

“Kalau saya baca laporan, belum ada informasi tentang berapa hari mereka di Labuan Bajo dan berakhir visanya sampai kapan,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa visa kunjungan wisata pada prinsipnya berlaku selama 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali untuk 30 hari berikutnya.

“Karena itu bisa saja kan dia extend perpanjang, karena wisata kan tiga puluh hari plus extend bisa tiga puluh hari lagi,” jelas Christian.

Terlepas dari proses pendalaman data yang masih berlangsung, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo menegaskan komitmennya untuk memberikan asistensi penuh terhadap seluruh kebutuhan administrasi keimigrasian para korban dan keluarga.

“Namun apapun yang mereka butuhkan dalam pengurusan visa atau berkas administrasi lain selama di Labuan Bajo, Imigrasi selalu siap,” tegas Christian.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian.

Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan atensi khusus terhadap kasus ini, mengingat melibatkan WNA dan berdampak luas pada citra pariwisata internasional Labuan Bajo.

“Intinya Imigrasi Labuan Bajo akan asistensi terkait dengan kepentingan keimigrasian,” tegas Charles.

Diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah pada Jumat (26/12/2025) malam baru saja menyelesaikan kunjungan wisata di sejumlah titik dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Rombongan kemudian bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Namun, sekitar pukul 20.30 WITA, kapal yang ditumpangi wisatawan tersebut dihantam gelombang tinggi di perairan terbuka, hingga menyebabkan insiden kecelakaan laut.

Berikut daftar korban yang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut:

  • Lukman (Kapten) – Laki-laki – Indonesia
  • Muhamad Rifai (ABK) – Laki-laki – Indonesia
  • Muhamad Alif Latifa (ABK) – Laki-laki – Indonesia
  • Rahimullah (ABK) – Laki-laki – Indonesia
  • Valdus (Pemandu Wisata/Guide) – Laki-laki – Indonesia
  • Ortuno Andrea (Penumpang) – Perempuan – Spanyol
  • Mar Martinez Ortuno (Penumpang) – Perempuan – Spanyol

Sementara itu, empat WNA Spanyol lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan:

  • Martin Carreras Fernando – Laki-laki – Spanyol
  • Martin Garcia Mateo – Laki-laki – Spanyol
  • Martines Ortuno Maria Lia – Perempuan – Spanyol
  • Martines Ortuno Enriquejavier – Laki-laki – Spanyol.

Pada Senin (29/12/2025), dari keempat korban yang hilang diduga satu orang ditemukan oleh masyarakat nelayan, Nasaruddin. Mayat mengambang di pinggir pantai bagian utara Pulau Serai.

Kasus ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, tidak hanya dari sisi operasi pencarian dan penyelamatan, tetapi juga dari aspek keimigrasian, keselamatan wisata bahari, serta perlindungan wisatawan mancanegara di destinasi super prioritas Labuan Bajo.**