LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Pendamping melalui Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi Tahun 2025, yang berlangsung di Labuan Bajo, Senin (08/12/2025).

Agenda strategis ini menjadi fondasi awal penguatan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen ekonomi rakyat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengurus Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Manggarai Barat, para asisten bisnis, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bupati Endi menegaskan bahwa menjadi pengurus koperasi bukanlah tugas ringan, sebab menyangkut langsung urat nadi ekonomi masyarakat.

“Menjadi pengurus koperasi bukan urusan mudah. Tidak semua orang bersedia mendedikasikan dirinya untuk mengurus koperasi. Kalian adalah orang pertama yang bersedia meletakkan sejarah,” ujar Bupati Edi.

Ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Pemerintah pusat, kata Endi, menargetkan Indonesia masuk tiga besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045. Karena itu, koperasi harus menjadi motor penggerak utama.

Bupati Endi secara terbuka menyoroti maraknya praktik rentenir yang masih menjerat masyarakat.

“Rentenir bergeliat di mana-mana menggerogoti ekonomi dan sosial rakyat. Rakyat tidak konsen bekerja karena membuka mata saja debt collector sudah di depan pintu,” tegasnya.

Ia meminta para pengurus koperasi untuk mengelola modal awal dengan bijak, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada produktivitas.

Fokus konsumtif, kata Endi, adalah jebakan yang harus dihindari.

“Cara berpikir kita tidak boleh konsumtif. Pengelola harus produktif agar menghasilkan laba dan menggerakkan ekonomi,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 338 peserta dari 169 desa/kelurahan. Setiap desa/kelurahan mengutus dua orang, yaitu ketua koperasi dan salah satu pengurus.

Selain itu, tambah Asmon, hadir pula 16 asisten bisnis yang bertugas memberikan pendampingan khusus, terutama dalam penyusunan proposal ke mitra KDKMP.

Para peserta dibagi ke dalam dua kelas pelatihan. Setiap kelas akan menerima materi dari lima narasumber yang merupakan praktisi bisnis serta praktisi koperasi berpengalaman.

Asmon menegaskan bahwa kegiatan ini didesain untuk menghasilkan lompatan kualitas SDM koperasi secara nyata.

“Pelaksanaan kegiatan ini tentunya ouput yang diharapkan adalah adanya peningkatan SDM bagi para pengurus Koperasi dalam merancang dan mengelola bisnis KDKMP,” tutupnya.**